Kecerdasan Emosi dan perkembangan aspek sosial

Kecerdasan Emosi dan perkembangan aspek sosial

Menurut Gardner untuk meraih sukses, diperlukan kecerdasan  dalam spectrum yang luas yaitu kecerdasan majemuk diantaranya kecerdasan intrapersonal yang sudah  menyentuh  aspek  emosional.  Manusia  adalah  mahluk  sosial,  tetapi  sifat- sifat  sosial  tidak  dibawa  sejak  lahir.  Sifat-sifat  sosial  diperoleh  melalui  proses belajar melalui interaksi dengan lingkungan sosial. Belajar menjadi pribadi sosial tidak  diperoleh  dalam  waktu  singkat,  tapi  manusia  belajar  searah  dengan  siklus kehidupan, dengan periode kemajuan yang pesat kemudian mendatar.

https://antipestmanagement.wordpress.com/2017/03/04/kecerdasan-emosional-eq/
  1. Perkembangan Emosi

Emosi  dapat  didefinisikan  sebagai  suatu  suasana  yang  kompleks  dan getaran  jiwa  yang  menyertai  atau  muncul  sebelum/sesudah  terjadinya perilaku  (Makmun,  2009:114).  Emosi  tidak  hanya  melibatkan  perasaan dan  pikiran,  aspek  biologis  dan  psikologis,  namun  disertai  serangkaian tindakan.  Menurut  Hurlock  (2003:213)  perkembangan  emosi  dipengaruhi oleh  faktor  kematangan  dan  faktor  belajar,  tetapi  faktor  belajar  lebih penting,  karena  belajar  merupakan  faktor  yang  lebih  dapat  dikendalikan. Terdapat  berbagai  cara  dalam  mengendalikan  lingkungan  untuk menjamin  pembinaan  pola-pola  emosi  yang  diinginkan,  orangtua  dan guru  dapat  membantu  anak  untuk  memiliki  pola  reaksi  emosi  yang diinginkan melalui pengajaran dan bimbingan.

Menurut  Hurlock  (2003:231)  mengendalikan  emosi  adalah mengarahkan  energi  emosi  ke  saluran  ekspresi  yang  bermanfaat  dan dapat  diterima  secara  sosial.    Dalam  mengendalikan  emosi,  anak harus  belajar  bagaimana  cara  menangani  rangsangan  yang membangkitkan  emosi  dan  bagaimana  cara  mengatasi  reaksi  yang biasa menyertai emosi.

Yusuf (2006:9) masa remaja merupakan masa memuncaknya emosionalitas,  Matangnya  organ-organ  reproduksi  mempengaruhi emosi  atau  perasaan-perasaan  baru  yang  sebelumnya  tidak  pernah dialami, seperti perasaan cinta, rindu, dan keinginan untuk berkenalan lebih  intim  dengan  lawan  jenis.  Perkembangan  emosi  pada  masa remaja  awal  bersifat  sensitif  dan  reaktif  (kritis)  yang  sangat  kuat terhadap  berbagai  peristiwa  atau  situasi  sosial,  emosi  cenderung memuncak  dan  kurang  stabil,  emosinya  sering  bersifat  negatif  dan temperamental  (mudah  marah/tersinggung,  atau  mudah sedih/murung).  Kondisi  ini  terutama  pada  remaja  yang  hidup  di lingkungan yang tidak harmonis. khususnya lingkungan keluarga.

Kecerdasan  emosi  memiliki  peran  yang  penting  dalam  pendidikan, maupun  dunia  kerja  bahkan  ke  semua  bidang  kehidupan  yang melibatkan  hubungan  antar  manusia.  Menurut  Goleman  (1997:57) bahwa  setiap  orang  tentu  memiliki  kemampuan  yang  berbeda-beda dalam wilayah kecerdasan emosi, mungkin beberapa orang yang amat terampil  dalam  menangani  kecemasan  sendiri  akan  tetapi  sulit mengatasi  rasa  marah.  Kecerdasan  emosional  memiliki  lima  wilayah utama, yaitu sebagai berikut ini.

  1. Mengenali  emosi  diri.  Mengenali  perasaan  saat  perasaan  itu muncul.
  2. Mengelola  Emosi,  kemampuan  mengendalikan  diri,  mengatur suasana hati.
  3. Memotivasi  diri  sendiri.,  kemampuan  mengelola  emosi  sebagai alat untuk  mencapai tujuan.
  4. Mengenali  emosi  orang  lain,    kemampuan  berempati  kepada orang lain.
  5. Membina hubungan dengan orang lain sebagian besar merupakan keterampilan memahami dan mengelola emosi orang lain.

Peter  Salovey  dan  John  Mayer  menjelaskan  kualitas-kualitas emosional  yang  penting  untuk  mencapai  kesuksesan  (Shapiro, 1997:5). Kualitas-kualitas tersebut di antaranya adalah: (1) Empati; (2) Mengungkapkan dan memahami perasaan; (3)Mengendalikan amarah; (4)Kemandirian;  (5)  Kemampuan  menyesuaikan  diri;  (6)  Disukai;  (7) Kemampuan  memecahkan  masalah  antarpribadi(8)  Ketekunan;  (9) Kesetiakawanan; (10)Keramahan; (11) Sikap Hormat.  

2. Perkembangan Sosial

Manusia  sebagai  mahluk  sosial  akan  terus  menerus  melakukan  penyesuaian  diri  dengan  lingkungan  sosial  sepanjang  hidupnya, Melakukan    interaksi  sosial  dengan  individu    maupun  kelompok,  berperilaku sesuai  dengan norma-norma sosial  ,  moral,  dan  harapan  masyarakat  serta kebudayaan. Yusuf (2014:122) menyatakan  bahwa perkembangan  sosial  merupakan  pencapaian    kematangan    dalam  hubungan    sosial.    Pencapaian    kematangan  diperoleh  memalui  proses belajar  bagaimana  menyesuaikan  diri  dengan  oranglain  atau  proses sosialisasi.

Karakteristik Perilaku Sosial Remaja

Masa  remaja  kaitannya  dengan  pengembangan  nilai-  nilai  yang selaras dengan nilai-nilai orang dewasa  yang akan  dimasukinya, yaitu  tugas untuk mengembangan perilaku sosial  yang  bertanggung  jawab  Pada  masa    remaja  berkembang  social  cognition,  yaitu  kemampuan untuk memahami orang lain, hal ini mendorong remaja untuk membina hubungan  sosial  dengan  teman  sebaya.  Masa  ini  ditandai  oleh  sikap konformitas,  yaitu  kecenderungan  untuk  meniru,  mengikuti  opini, pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran/hobi, atau keinginan orang lain Sikap  konformitas  berubah  seiring  dengan  bertambahnya    usia  dan berkembangnya    kemampuan    berpikir    yang    lebih    matang  (Yusuf, 2006:10). Perubahan  perilaku social  pada  masa  remaja adalah  menyukai  lawan  jenis.  Remaja  senang  mengikuti  berbagai kegiatan  sosial,  semakin  banyak  kesempatan  untuk  melakukan aktivitas  sosial  yang  baik,  maka  wawasan  sosialnya  lebih  luas, penyesuaian  diriyang  lebih baik,  dan meningkatnya kompetensi  sosial seperti kemampuan berkomunikasi .

Status Sosial Teman Sebaya

Penerimaan  sosial  berkaitan  dengan  kualitas  pribadi  yaitu  banyaknya sifat-sifat  baik,  menarik  dan  keterampilan  sosial.  Berdasarkan hubungan  sosial  di  antara  peserta  didik  ada  empat  status  teman  sebaya menurut Rubin, Bukowski&Parker, Wentzel & Asker, Wentzel & Battle (Santrock,2010:100) yaitu :

  1. Anak  popular  disukai  oleh  teman  sebayanya  dan  seringkali dinominasikan  sebagai  teman  yang  terbaik,  karena  memiliki keterampilan sosial yang tinggi.
  2. Anak  yang  diabaikan  (neglected  children)  jarang  dinominasikan  sebagai  teman  terbaik,  tetapi  bukan  karena tidak   disukai  oleh teman  sebayanya
  3. Anak yang ditolak (rejected chidren) jarang dinominasikan  sebagai  teman  terbaik  dan  sering  dibenci   oleh  tteman sebayanya. Anak  menunjukkan  agresi  tinggi,  menarik  diri, serta  kemampuan sosial dan kognitif yang rendah..  Anak yang ditolak, menurut Buke & Ladd (Santrock,  2010:100)  mengalami    masalah  penyesuaian    diri  yang  serius dibanding  anak yang diabaikan.
  4. Anak kontrovesial sering dinominasikan  sebagai  teman terbaik,tapi sering tidak disukai.Anak kontroversial tinggi dalam penerimaan dan penolakan.  Penolakan  oleh  teman  sebaya  mempengaruhi  prestasi belajar,  munculnya  masalah  emosi,  dan  cenderung  meningkatnya risiko kenakalan remaja. 

Implementasi dalam Pembelajaran 

  1. Prioritaskan  identifikasi  peserta  didik  yang  diduga  memiliki kecerdasan emosi dan keterampilan sosial yang rendah.
  • Pahami  keragaman  dalam  kecerdasan  emosi  dan  keterampilan sosial  peserta didik,  serta bersikap  bijak menghadapi  mereka  yang memiliki kecerdasan emosi dan keterampilan sosial yang rendah.
  • Sebagai  model  sosial  tampilkan  perilaku  yang  mencerminkan kecerdasan emosi dan keterampilan sosial yang tinggi.serta  Ikhlas dalam mengajar. 
  • Ciptakan  iklim  belajar  yang  kondusif  bagi  perkembangan kecerdasan emosi dan sosial, yaitu iklim yang demokratis, nyaman, tidak tegang, diselingi humor, dan suasana gembira.
  • Rancang  pembelajaran  dengan  memasukan  aspek  kecerdasan emosi  dan  keterampilan  sosial.melalui  disiplin,  bimbingan  dan pembiasaan  yang  disertai  penguatan,  serta  pembelajaran  berbasis kelompok disamping klasikal.
  • Bekerja  sama  dengan  guru  BK,  wali  kelas  dan  orangtua    untuk membantu  peserta  didik  mengembangkan  kecerdasan  emosi  dan

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Style switcher RESET
Body styles
Color settings
Link color
Menu color
User color
Background pattern
Background image