Aplikasi Jean Piaget dalam Pembelajaran IPA

Aplikasi Jean Piaget dalam Pembelajaran IPA

Jean Piaget menyebut dirinya sebagai genetic ephistemologist. Ia berpendapat bahwa cara terbaik  untuk  untuk memahami pengetahuan adalah dengan cara mempelajari asal usulnya serta bagaimana pengetahuan itu berkembang pada diri manusia ( Koesdwiratri, 2010 ). Disamping itu juga Ia berpendapat bahwa pengetahuan adalah suatu proses, baik proses fisik maupun mental. Dengan demikian maka dalam hubungannya dengan proses pembelajaran maka pembelajaran merupakan suatu proses baik fisik maupun mental untuk memperoleh pengetahuan (kognisi) yang dilakukan oleh siswa secara aktif atau dengan kata lain belajar adalah suatu proses pembentukan pengetahuan Pembentukan pengetahuan ini harus dibuat sendiri oleh pelajar atau orang yang mau mengerti. Orang itulah yang aktif berpikir, membuat konsep, dan mengambil makna. Guru atau pendidik di sini hanyalah membantu agar proses konstruksi itu berjalan. Guru bukan mentransfer pengetahuan sebagai yang sudah tahu, tetapi membantu agar anak didik membentuk pengetahuannya. Oleh karena itu teori Piaget dikenal juga sebagai teori kognisi atau konstruktivisme.

Dalam proses perkembangannya manusia berhadapan dengan tantangan, pengalaman, gejala baru, dan persoalan yang harus ditanggapinya secara kognitif (mental). Untuk itu, manusia harus mengembangkan skema pikiran lebih umum atau rinci, atau perlu perubahan, menjawab dan menginterpretasikan pengalaman-pengalaman tersebut. Dengan cara itu, pengetahuan seseorang terbentuk dan selalu berkembang. Proses tersebut meliputi:

1. Skema/skemata adalah struktur kognitif yang dengannya seseorang beradaptasi dan terus mengalami perkembangan mental dalam interaksinya dengan lingkungan. Skema juga berfungsi sebagai kategori-kategori untuk mengidentifikasikan rangsangan yang datang, dan terus berkembang.

2. Asimilasi adalah proses kognitif perubahan skema yang tetap mempertahankan konsep awalnya, hanya menambah atau merinci.

3. Akomodasi adalah proses pembentukan skema atau karena konsep awal sudah tidak cocok lagi.

4. Equilibrasi adalah keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi sehingga seseorang dapat menyatukan pengalaman luar dengan struktur dalamya (skemata). Proses perkembangan intelek seseorang berjalan dari disequilibrium menuju equilibrium melalui asimilasi dan akomodasi.

 Pendekatan konstruktivisme dalam proses pembelajaran mempunyai beberapa konsep umum seperti:

  1. Pelajar aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada.
  2. Dalam konteks pembelajaran, pelajar seharusnya membina sendiri pengetahuan mereka.
  3. Pentingnya membina pengetahuan secara aktif oleh pelajar sendiri melalui proses saling mempengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru.
  4. Unsur terpenting dalam teori ini ialah seseorang membina pengetahuan dirinya secara aktif dengan cara membandingkan informasi baru dengan pemahamannya yang sudah ada.
  5. Ketidakseimbangan merupakan faktor motivasi pembelajaran yang utama. Faktor ini berlaku apabila seorang pelajar menyadari gagasan-gagasannya tidak konsisten atau sesuai dengan pengetahuan ilmiah.
  6. Bahan pengajaran yang disediakan perlu mempunyai perkaitan dengan pengalaman pelajar untuk menarik minat pelajar.

Oleh karena itu dalam proses pembelajaran , setiap Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ), selalu di awali dengan proses orientasi dan apersepsi serta motivasi sebagai tahap pendahuluan kemudian baru dilanjutkan dengan tahapan kegiatan inti yang merupakan tahapan proses kognitif  seperti skemata atau skema, asimilasi, akomodasi serta Equilibrasi,  juga pembelajaran yang berlangsung bersifat student centered karena yang dikehendaki oleh teori Piaget ini adalah Pelajar aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada dan, pelajar seharusnya membina sendiri pengetahuan mereka serta pentingnya membina pengetahuan secara aktif oleh pelajar sendiri melalui proses saling mempengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru untuk  mencapai tingkat equilibrasi yang lebih tinggi . Unsur terpenting dalam teori ini ialah seseorang membina pengetahuan dirinya secara aktif dengan cara membandingkan informasi baru dengan pemahamannya yang sudah ada, dan dalam proses pembelajaran hal  ini dilakukan pada kegiatan inti  dalam bentuk  eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi, sedangkan  guru hanya berperan sebagai fasilitator serta motivator dalam proses meng-konstruksi  pemahaman siswa menuju tahapan pemahaman yang lebih tinggi lagi terhadap suatu konsep. 

Selain dari itu indikator pembelajaran selalu  dimulai dari tahapan yang sederhana menuju tahapan yang lebih kompleks seperti  mengingat ( C.1 ), dil;anjutkan dengan memahami ( C.2 ) dan terus menuju C3 (menerapkan), C4 (menganalisis), C5 (menilai), dan C6 (mencipta), seperti yang  yang dikemukakan Bloom dalam “Taksonomi nya” (C1, C2, C3, C4, C5, dan C6). Dengan pola seperti itu diharapkan  tahapan pemahaman siswa terhadap suatu konsep dapat terus berkembang sesuai dengan tahapan operasionalnya.

Dengan kata lain apapun metode serta pendekatan  pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran, asalkan melalui tahapan-tahap secara konstruktif itu dilakukan dan diberdayakan secara maksimal, maka diharapkan proses pembelajaran dapat menghasilkan hasil  belajar yang maksimal bagi  siswa sehingga dapat  menunjukkan perkembangan menuju tahapan equilibrasi yang lebih tinggi .

 Berikut ini disajikan contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Mata Pelajaran             :   Biologi

Kelas/semester            :   X  /  2

Alokasi waktu                :   2 x 45 menit

Pertemuan ke               :  4

KKM MP                          : 75

KKM KD                            : 80

A. Standar Kompetensi

Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem.

  • Kompetensi Dasar.
  • 4.1 Men-deskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan daur biogeo-kimia serta pemanfaatan komponen ekosistem bagi kehidupan.  (C.1)

C. Indikator

1. Mengobservasi sungai sekitar SMA

2. Mengamati tempat pembuangan sampah di sekitar SMA

3. Mengamati lingkungan SMA

D. Tujuan Pembelajaran

Setelah melakukan kegiatan ini diharapkan siswa mampu:

1. Mengobservasi loimgkungan SMA  hubungannya dengan polusi lingkungan

E. Materi Pembelajaran

Kegiatan manusia dan masalah lingkungan

  • Perusakan lingkungan

Kerusakan lingkungan dapat disebabkan oleh faktor alam dan manusia. Manusia berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

  • Pencemaran lingkungan

Berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alami, yang menurunkan mutu kualitas lingkungan sampai tingkat tertentu. Lingkungan menjadi  kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukkannnya. Penyebabnya antara lain karena adanya bahan polutan, yang mengakibatkan pencemaran udara, tanah, air, dan suara.

  • Pelestarian lingkungan

Pemerintah mengeluarkan berbagai peraturan (seperti Undang-undang lingkungan hidup) dan kebijakan untuk mendorong pelestarian lingkungan, seperti kebijakan  pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development) dan pembangunan berwawasan lingkungan (Ecodevelopment) dll. Masyarakat  didorong  berperan aktif dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan (misalnya membuang sampah pada tempatnya, penghijauan, penggunaan bahan yang ramah lingkungan,dll)

F. Pendekatan dan metode pembelajaran

1.    Pendekatan       : Lingkungan

2.   Metode                :  Observasi

G. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 4 ( 2  x  45 menit)

Tahapan KegiatanKegiatanAlokasi waktu
Kegiatan Pendahuluan1. Orientasi : Membawa siswa ke sekitar sungai di wilayah SMA 2. Apersepsi : Mengapa sungai sangat kotor dengan sampah ? 3. Motivasi : Apa yang akan kamu lakukan melihat kondisi seperti ini  ? 4. Menjelaskan tujuan : Mengobservasi dan mengamati lingkungan sekitar yang mengalami polusi  dengan cermat  .10..
Kegiatan Inti (Eksplorasi/  Elaborasi/ Konfirmasi)  Eksplorasi : Menanyakan beberapa alasan mengapa kondisi lingkungan berubah ke arah yang tidak bagus Elaborasi : Mengamati lingkungan baik sungai, tempat pembuangan sampah dan lingkungan yang rimbun dengan pepohonanMencatat segala sesuatu yang terjadi di lingkungan yang di amatiMembahas alasan mengapa terjadi seperti itu Konfirmasi : Menayakan hubungan sebab akibat dari adanya polusi tersebut70
Kegiatan PenutupMembuat simpulan pelajaran Melakukan refleksi : Pada tingkat global apakah hal-hal seperti ini terjadi ? mengapa dan diminta menjelaskan Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil (TT) : Menganalisis penggundulan hutan dengan adanya global warming    (KMTT) : Mengumpulkan foto / gambar bencana akibat pengrusakan lingkungan10

H.   Alat dan sumber belajar

1. Alat/bahan

  • Buku catatan

      2. Sumber Belajar

1. Biology for Senior High School Grade X, Diah Aryulina dkk

2. Biologi untuk SMA/MA, Aspirasi

I.     Penilaian

1.    Teknik penilaian           : Test performance

2.    Bentuk Instrumen       : .Uraian terbatas

3.    Instrumen                       :  soal tes                                                                                                                

1. Jelaskan apa penyebab utama global warming ?

      Kunci jawab & Pedoman penilaian:                                                                                                                                 

Mengetahui,                                                                      ……….., … .Juni 20…

Kepala Sekolah,                                                                                Guru   …………………..

DAFTAR PUSTAKA

Koesdwiratri Setiono. (2010). Psykologi Perkembangan Kognitif.  Modul Pembelajaran

—————————. (2010). Teori Konstruktivisme. Artikel

Kumpulan Terjemahan Materi Bab 1- 11 pada buku Psikology Cogniition Mathlin

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Style switcher RESET
Body styles
Color settings
Link color
Menu color
User color
Background pattern
Background image