Mengajar dan Peranan Guru

1. Mengajar

Istilah mengajar secara umum dipahami oleh orang terutama mereka yang awam dalam bidang-bidang studi kependidikan, ialah bahwa mengajar itu merupakan penyampaian pengetahuan dan kebudayaan kepada siswa. Dengan demikian tujuannya pun hanya berkisar sekitar pencapaian penguasaan siswa atas sejumlah pengetahuan dan kebudayaan. Dari pengetahuan semacam ini timbul gambaran bahwa peranan dalam proses pengajaran hanya dipegang oleh guru, sedangkan murid dibiarkan pasif.

Menurut Witheringtone (1986 : 1135) bahwa mengajar adalah “teacher activity is to stimulaty learning activity, teaching is not routine process, it s original, invenitive, kreative” (mengajar adalah pentransferan pengetahuan kepada anak didik yang berlangsung dalam suatu kondisi yang disengaja untuk diciptakan, untuk mengantarkan anak didik kearah kemajuan dan kebaukan).

Tison dan Caroll (1970) setelah secara seksama mempelajari sejumlah teori pengajaran menyimpulkan bahwa mengajar” sebuah cara dan sebuah proses hubungan timbal balik antara siswa dan guru yang sama-sama aktif melakukan kegiatan”.

Biggs (1991) seorang ahli psikologi kognitif masa kini, membagi konsep belajar menjadi 3 macam pengertian :

  1. Pengertian kuantitatif (yang menyangkut jumlah pengetahuan yang diajarkan)
  2. Pengertian instusional (yang menyangkut kelembagaan atau sekolah)
  3. Pengertian kualitatif (yang menyangkut mutu hasil yang ideal)

Mengajar secara umum diartikan sebagai suatu aktifitas mengorganisasi dan mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak didik sehingga terjadi proses belajar mengajar dengan kondisi yang kondusif. Selanjutnya mengingat tuntutan psikologis dan sosiologis yang tercermin dalam perundang-undangan kependidikan di negara kita, sudah selayaknya mengajar itu diartikan secara representatif dan konprehensif dalam arti menyentuh segenap aspek psikologis siswa. Kedudukan guru dalam pengertian ini sudah tidak dapat lagi dipandang sebagai penguasa tunggal dalam kelas atau  sekolah, tetapi dianggap sebagai “manager of learning” yang perlu senantiasa siap membimbing dan membantu pera siswa dalam menempuh perjalanan menuju kedewasaan mereka sendiri yang utuh menyeluruh.

2. Peranan Guru

Peranan (role) guru artinya keseluruhan tingkah laku yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Guru mempunyai peranan yang amat luas baik di sekolah keluarga dan didalam masyarakat. Dalam kamus besar bahasa indonesia edisi kedua 1991. Guru diartikan sebagai “ orang yang pekerjaannya mengajar, namun guru yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah pendidik profesional yang wajib memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan” (UU Sisdiknas 2003 Bab XI pasal 40 ayat 26). Guru sebagai pendidik ataupun pengajar merupakan faktor penentu kesuksesan setiap usaha pendidikan. Itulah sebabnya setiap perbincangan mengenai pembaharuan kurikulum, pengadaan alat belajar sampai kepada kriteria sumber daya manusia yang dihasilkan oleh usaha pendidikan selalu bermuara pada guru. Hal ini menunjukkan betapa signifikan peran guru dalam dunia pendidikan.

Guru memegang peran yang amat sentral dalam keseluruhan proses pembelajaran. Guru pun dituntut untuk mampu mewujudkan perilaku mengajar secara tepat agar terjadi perilaku belajar yang efektif pula dalam diri siswa. Dalam proses belajar mengajar, guru bisa sebagai motivator belajar .

Berdasarkan pembahasan mengenai guru diatas dalam arti luas guru mengemban peranan-peranan sebagai:

a. Ukuran kognitif

Guru adalah sebagai pewaris dan pemberi pengetahuan, keterampilan, kebudayaan, nilai-nilai dan norma kepada generasi muda (peserta didik)

b. Sebagai agen moral dan politik

Guru sebagai agen moral berfungsi mendidik dan peserta didik mampu menyusun huruf menjadi kata, pandai berhituna, dan pandai dalam kemampuan kognitif lainnya. Sebagai agen politik guru berperan memberikan kesadaran politik, pengetahuan politik, serta kultur dan tindakan politik masyarakat kepada peserta didik melalui pengajaran dalam kelas.

c. Guru sebagai fasilitator

Guru sebagai fasilitator bertugas memberi kemudahan kepada peserta didik seperti memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal, situasi kelompok atau pengamalan kelas. Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan dan kelompok yang bersifat lebih umum. Guru mencoba mengatur dan menjadikan sumber-sumber untuk belajar yang paling luas dan mudah dimanfaatkan para siswa membantu mencapai tujuan mereka.

d. Sebagai inovator

Peran guru / tanggung jawab guru sebagai inovator diantaranya terletak pada penyelenggaraan pendidikan di sekolah, melalui penyebaran gagasan baru dan metode-metode baru dalam belajar.

e. Sebagai peranan kooperatif

Dalammelaksanakan tugas dan kewajibannya guru tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan individualnya semata, diperlukan integrasi dan kerjasama antara sesama guru ataupun dengan pihak terkait lainnya.

Secara sempit peranan guru sebagai berikut:

a. Korektor

Guru harus dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang salah dan mana yang benar, serta memberikan koreksi dan penilaian terhadap tingkah laku peserta didik dan penilaian terhadap hasil belajar peserta didik.

b. Inspirator

Guru harus dapat memberikan nilai dan ilmu yang baik, bagi kemajuan peserta didik. Guru juga harus dapatmenjadi inspirasi dan memberikan ide serta gagasan baru pada peserta didik.

c. Informator

Selain sebagai pendidik / pengajar, guru juga harus bisa memberikan informasi-informasi yang bermanfaat dan informasi tersebut absolute untuk menunjang penambahan informasi bagi peserta didik.

d. Motivator

Guru berperan sebagai motivator dimana guru memberikan motivasi-motivasi bagi para peserta didik.

e. Demonstrator

Guru berusaha memberikan pengarahan dan memberikan penjelasan serta pemahaman terhadap hal-hal yang tidak dipahami ataupun sulit dimengerti oleh peserta didik.

Disisi lain beberapa pakar pendidikan dan pemerhati pendidikan menyatakan bahwa peranan utama guru dalam PBM adalah senagai “director of learning” (direktur belajar ) artinya setiap guru diharapkan untuk pandai-pandai mengarahkan kegiatan belajar siswa agar mencapai keberhasilan belajar sebagaimana yang telah ditetapkan dalam sasaran kegiatan PBM. Dengan demikian, seakin jelaslah bahwa peranan guru dalam dunia pendidikan modern seperti sekarang ini semakin meningkat dari sekedar pengajar menjadi direktur belajar. Konsekuensinya tugas dan tanggung jawab guru pun menjadi lebih kompleks dan berat pula.

Dalam proses belajar mengajar guru bisa juga sebagai pembimbing belajar. Sebagai pembimbing dalam belajar, guru diharapkan mampu untuk:

  1. Mengenal dan memahami setiap siswa baik secara individu maupun kelompok
  2. Memberikan informasi-informasi yang diperlukan dalam proses belajar
  3. Memberikakan kesempatan yang memadai agar setiap siswa dapat belajar sesuai dengan karakteristik pribadinya
  4. Membantu setiap siswa dalam menghadapi masalah-masalah ribadi yang dihadapinya
  5. Menilai keberhasilan setiap langkah kegiatan yang telah dilakukannya.

Pengajar (guru) akan mampu mengajar dengan baik apabila:

  1. Memiliki sikap dasar yang benar yaitu bertindak sebagai pembimbing dan menghindari corak hubungan yang berjarak antara pengajar dan pelajar serta memahami tujuan dan kesulitan pelajaran.
  2. Memiliki sasaran yang benar yaitu mewujudkan untuk mengembangkan pribadi belajar dan bukan memberikan informasi dan menyadari bahwa tujuan jangka panjang adalah perkebangan optimal dan pribadi pelajar sehingga tercapai kepuasan pribadi dan produktivitas kerja yang optimal.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Style switcher RESET
Body styles
Color settings
Link color
Menu color
User color
Background pattern
Background image